Sejarah Pengadilan

Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan diri, hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah ‘odheng’ (ikat kepala) Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat, arti kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BONDO ikat, hal tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo, Kenyataan mendekati kebenaran karna banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo.( Wikipedia )

Konon, Situbondo pada zaman dahulu merupakan suatu situ atau danau besar. Pada zaman kejayaan kerajaan-kerajaan Jawa, Situbondo merupakan bagian dari konflik-konflik perebutan wilayah dan kekuasaan kerajaan Majapahit dengan kerajaan Blambangan, dan di daerah inilah diyakini perang Paregreg sebagai bagian dari kehancuran Majapahit terjadi

Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari suku Madura. Pada tahun 1950 sampai 1970-an, kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya, yaitu di AsembagusPanji, Olean, Wringin Anom, Demas, dan Prajekan. Dengan surutnya industri gula pada tahun 1980 dan 1990-an, kegiatan perekonomian bergeser ke arah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.

Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah Kabupaten Panarukan dengan ibu kotanya yaitu Situbondo, Ini terlihat pada penamaan Jalan Raya Pos Anyer‐Panarukan dan Pelabuhan Panarukan sebagai ujung timurnya yang ditetapkan oleh Herman Willem Daendels ketika memerintah pada masa Hindia Belanda. 

Daendels sendiri menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1808–1811 M. Pembangunan jalan dilakukan dengan kerja paksa di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Karena itu, Jalan Raya Pos juga dikenal dengan nama “Jalan Daendels“.

Nama Kabupaten Panarukan baru diubah menjadi Kabupaten Situbondo pada masa pemerintahan Achmad Tahir sebagai Bupati Panarukan pada tahun 1972. Ibu kota Kabupaten Situbondo ditetapkan di Kecamatan Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.

Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten, tetapi masih menempati rumah pribadinya. Pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900–1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (± th 2002).

Kantor Pengadilan Negeri Situbondo  pada awalnya terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Situbondo, Ditinjau dari aspek arsitekturnya bangunan tersebut sama dengan bangunan disekitarnya, yang masih menunjukkan arsitektur pada zaman Belanda. Biasanya semua bangunan Belanda masih menyisakan prasasti tentang tahun pembangunannya. sekarang telah dibangunan menjadi gedung Kantor Pengadilan Agama Situbondo ),Meskipun demikian, di Pengadilan Negeri Situbondo yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Situbondo masih ditemukan berbagai dokumen berbahasa Belanda menunjukkan tahun 1900. Tahun dokumen yang ditemukan tidak serta merta diartikan bahwa Pengadilan Negeri  Situbondo  sudah ada sejak tahun tersebut. 

Semula Kantor Pengadilan Negeri Situbondo berada di jalan Jaksa Agung Suprapto dan . Pada tanggal 15 September 1984 Kantor Pengadilan Negeri Situbondo  pindah ke kantor yang baru berada di  PB. Sudirman No 97 Situbondo,   seluas 7715 M2 dan bangunan berlantai dua Luas bangunan Lantai satu I seluas 753 M2 dan Lantai dua seluas 153 M2 ,anah dan bangunan tersebut, yang pada saat itu Kantor baru dan diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Deparatemen Kehakiman Jatim yang dijabat Bpk Charis Soebiyanto, SH

Bapak Charis Soebiyanto, S.H.

Adapun daftar nama Ketua Pengadilan Negeri Situbondo  antara lain sebagai berikut :       

1Cung Abdul Mutholib, SH.  Tahun 1965  – 1979
2Sungkono, SH.    Tahun 1979  – 1981
3M a s t u r , SH. Tahun 1981  – 1988
4Indrus Abd Rasyid, SH. Tahun 1988  – 1992
5Sanim Djarwadi, SH  Tahun 1992  – 1995
6Erman Tanri, SH   Tahun 1995  – 1997
7I Ketut Gede, SH      Tahun 1997  – 2000
8H. Basuni, SH      Tahun 2000  – 2004
9Heru Mulyono Ilwan, S.HTahun 2004  – 2006
10M.CH. Sjamtri Endi SH. Tahun 2006  –  2007
11H.M. Tuchfatul Anam, SH.MTahun 2007  –  2009
12T a m s i r , SH.  Tahun 2009  –  2010
13Anhar Mujiono , SH.Tahun 2010  –  2011
14Sih Yuliarti , SH. Tahun 2011  –  2012
15Nova Flory Bunda, SH.M.Hum  Tahun 2012  –  2015
16Muhamad Yusuf , SH. MH Tahun 2015  –  2016
17Mira Sendangsari  , SH. MH    Tahun 2016  –  2017
18Toetik Ernawati , SH.MH.     Tahun 2018  – 2019
19I Ketut Suarta, Sh.MH.Tahun 2019  –  2021
20Abu Achmad Syidqi Amsya, S.HTahun 2021 – 2022
21Achmad Rasjid, S.HTahun 2022- Sekarang
  1. Wilayah Hukum.

Ibukota Situbondo terletak di Kecamatan Situbondo. Dari keseluruhan kecamatan yang ada, 13 diantaranya merupakan kecamatan wilayah pesisir. Kecamatan dengan wilayah tertinggi berada di Kecamatan Sumbermalang dengan ketinggian 100-1.223 mdpl, dan kecamatan yang memiliki luas terbesar dipegang oleh Kecamatan Banyuputih dengan luas 481,67 kilometer persegi.

Kondisi iklim pada tahun 2019 terhitung curah hujan tertinggi pada bulan desember sebanyak 3.549 mili/meter dan hari hujan paling sering ada di bulan Januari dengan total 16 hari.[8] Secara astronomis, wilayah Kabupaten Situbondo terletak di posisi antara 7°35’–7°44′ Lintang Selatan dan 113°30’–114°42′ Bujur Timur.     

Batas-batas wilayah Kabupaten Situbondo adalah sebagai berikut:

UtaraSelat Madura
TimurSelat Bali
SelatanKabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi
BaratKabupaten Probolinggo
  1. Tanah

Wilayah hukum Pengadilan Negeri Situbondo  seluas 163.850 Ha atau  1.638.50 Km2 atau  meliputi semua kecamatan dikabupaten Situbondo  terdiri dari 17 Kecamatan dan   135 Desa / kelurahan, dengan jumlah penduduk tahun 2019  sebanyak 682.978 Jiwa, serta mempunyai bentuk memanjang dari barat ke timur kurang lebih 150 km di pantai utara wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur

  • Kedudukan kantor

Pengadilan Negeri Situbondo

Kelas            : I B

Alamat          : Jl. Pb. Sudirman No. 97

Humas         :  0821 32900 800                :

Website        : www.pn-situbondo.go.id

Email            : itpnsitubondo@gmail.com

  • Gedung Kantor
Tampak Depan Kantor Pengadilan Negeri Situbondo Kelas I B

Keterangan Gedung Pengadilan saat ini

Luas Tanah :  7715 M2

Luas Lantai 1          : 753 M2

Luns Lantai 2          : 153 M2

Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
Hubungi Kami ( Chat )
1
Hubungi Humas Kami
Humas PN. Situbondo
Terimakasih telah menghubungi kami, Silahkan perkenalkan diri anda, kemudian silahkan ajukan pertanyaan anda, Kami tidak menerima Panggilan Telepon ( Chat Only )